Meskipun pompa losion dan pompa sabun terlihat sangat mirip dan sering digunakan secara bergantian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam desain internal dan fungsionalitasnya.
Pompa Lotion: Dirancang untuk menangani losion, krim, atau kondisioner yang kental dan kental. Tabung hisapnya biasanya lebih tebal, dan pegas internal memiliki daya dorong yang lebih kuat, sehingga memungkinkannya menarik cairan yang sangat kental sekalipun.
Pompa Sabun: Targetnya biasanya sabun tangan atau sabun cuci piring yang sangat cair. Jika Anda memasukkan losion tubuh yang kental ke dalam pompa sabun biasa, Anda mungkin akan kesulitan menekannya, atau mungkin tidak akan muncul kembali dengan benar.
Pompa Lotion: Mengingat diperlukan jumlah tertentu untuk mengaplikasikan pada tubuh atau rambut, biasanya pompa ini mengeluarkan cairan dalam jumlah yang lebih besar setiap kali ditekan, sehingga Anda dapat menutupi lengan hanya dengan satu atau dua kali tekanan.
Pompa Sabun: Desainnya difokuskan pada penghematan. Untuk mencegah pemborosan, biasanya mesin ini mengeluarkan jumlah yang lebih kecil per mesin press, biasanya hanya cukup untuk satu kali pencucian tangan.
Pompa Lotion: Untuk mencegah cairan kental mengering dan menyumbat saluran keluar, lubang keluarnya biasanya sedikit lebih besar.
Pompa Sabun: Lubangnya relatif lebih kecil. Jika Anda memasukkan krim yang mudah menggumpal di dalamnya, lubang kecil tersebut dapat dengan mudah tersumbat seluruhnya setelah beberapa hari tidak digunakan.
Pompa Lotion: Banyak pompa lotion yang memiliki fungsi "twist-lock" yang lebih kompleks, sehingga nyaman untuk dibawa bepergian.
Pompa Sabun: Banyak pompa sabun yang digunakan di dapur atau kamar mandi tidak memiliki fungsi pengunci, atau hanya memiliki kunci tekan sederhana.